Untuk menjadi sukses, sebuah
perusahaan perlu menetukan target pasarnya dan menempatkan toko mereka pada
lokasi yang paling terlihat dan mudah diakses oleh target pasar tersebut. Lokasi gerai Starbucks
merupakan rencana pemasaran yang dibuat secara hati-hati yang bertujuan untuk
memberikan Starbuck’s Corporation return on investment yang maksimum. Agar sukses, Starbucks
menghabiskan banyak uang untuk memastikan bahwa mereka menargetkan demografi
yang tepat pada lokasi yang benar-benar tepat. Geographic Information
System digunakan untuk memvisualisasi distribusi spasial dari lokasi-lokasi
Starbuck’s Coffee di Chicagoland. Lokasi dari Starbuck’s Coffee dibandingkan
dengan data yang disediakan oleh sensus dari US Census Bureau. Dengan memvisualisasikan dan menganalisa
lokasi-lokasi spasial, maka dapat ditentukan daerah yang tidak terlayani dengan baik dan
daerah yang lebih memiliki banyak pelanggan dan telah terlayani.
Translated from: Using a Geographic Information System (GIS) to Visualize and Analyze Spatial Location in a Retail Environment, Marros, Robert J.
Picture credit: Using a Geographic Information System (GIS) to Visualize and Analyze Spatial Location in a Retail Environment, Marros, Robert J.
Translated from: Using a Geographic Information System (GIS) to Visualize and Analyze Spatial Location in a Retail Environment, Marros, Robert J.
Picture credit: Using a Geographic Information System (GIS) to Visualize and Analyze Spatial Location in a Retail Environment, Marros, Robert J.

Informasinya berguna sekali debrina,keep writing:)
ReplyDeletewah ternyata keren juga sistem informasi starbucks. jadi penasaran kalo starbucks jakarta gitu juga ga ya? semoga iya. keep writing deb!
ReplyDeletekeren ya starbucks, semoga di Indonesia juga diterapin kaya gitu ya atau mungkin cafe kopi buatan Indonesia juga bisa adopsi sistem ini :)
ReplyDeleteWah informasi yang sangat menarik buat saya mengenai teknologi GIS yang digunakan Starbucks. Terimakasih atas postingannya Saudari Debrina.
ReplyDelete